pinjaman online

Bank Jago Akan Luncurkan Pinjaman Online

Beberapa bulan belakangan ini, ada satu bank yang sempat membuat masyarakat heboh yaitu itu Bank Jago. Bank yang satu ini memang terbilang asing di telinga masyarakat, apalagi kemunculannya ditemukan pada saat netizen melihat adanya daftar transfer ke Bank Jago. Apalagi sudah tersiar kabar bahwa bank ini akan segera luncurkan pinjaman online, bekerja sama dengan Gojek. 

Namanya yang masih asing pun membuat public bertanya, sebenarnya apa itu Bank Jago? Sejak kapan berdirinya dan bagaimana perkembangannya di Indonesia? Nah, untuk itu mari sama-sama melihat ulasannya di bawah ini. 

Sejarah Bank Jago 

Sebelum mengetahui lebih dalam tentang pinjaman online dari Bank Jago, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu seluk beluk tentang bank yang satu ini. Banyak yang tidak menyangka bahwa Bank Jago sudah ada semenjak tahun 1992. 

Tapi kenapa tidak ada masyarakat yang mengenalinya? Hal ini sendiri karena Bank Jago adalah nama baru, sedangkan pada saat berdirinya menggunakan nama Bank Artos. Pada mulanya bank ini berkantor pusat di Bandung, tapi pindah ke daerah Jakarta Selatan ketika sudah berkembang. 

Perubahan nama dari Bank Artos ke Bank Jago terjadi pada 2020, di mana tidak hanya berganti nama tapi pendiri dan pemiliknya pun juga ikut berubah. Bank Artos dulunya didirikan dan dimiliki oleh lima orang yang dikenal dengan Keluarga Arto Hardy. Sedangkan sekarang yang memegang saham dan menjadi pemilik bank Jago adalah Jerry Ng dan Pattrick Walujo. 

Keduanya pun langsung membuat Bank Jago menjadi salah satu bank digital dan fokus terhadap kredit. Seluruh perubahan pemilik saja, tapi juga logo dan mengganti nama perusahaan menjadi PT. Bank Jago Tbk. Tujuannya pun berubah, di mana Bank Jago mengajak masyarakat untuk bertumbuh bersama dengan pengalaman bertransaksi finansial digital dan memusatkan pada kehidupan. 

Akuisis Saham 22% oleh Gojek 

Jika membaca susunan pemilik saham yang ada di Bank Jago, maka akan terlilihat jelas bahwa Gojek Group memegang saham dari bekas Bank Artos tersebut sebanyak 22%. Saham ini sendiri dipegang oleh anak perusahaannya yaitu Gopay. Gojek Group telah memegang saham dari Bank Jago semenjak Desember 2020. 

Co-CEO dari Gojek sendiri mengatakan tujuan dari akuisisi saham dari Bank Jago yaitu untuk menjalankan strategi bisnis jangka panjang. Sehingga nantinya Gojek Group memiliki pondasi kuat untuk bisa maju dan bertahan di masa depan. Gojek pun menyatakan dengan adnaya akuisisi saham ini dapat memberikan solusi ke depan terhadap finansial digital dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan adanya kemitraan ini, maka ada kemungkinan Gojek dan Bank Jago akan meluncurkan bank digital. Nantinya masyarakat pun dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan financial universal. Sama-sama bergerak di bidang teknologi, maka tidak heran jika nantinya Gojek dan Bank Jago menciptakan sebuah bank digital yang mampu mendorong serta mempercepat arus dari inklusi keuangan di Indonesia. 

Karena Gopay bukan merupakan layanan perbankan, maka untuk bisa mencapai visi dalam inklusi keuangan tersebut membutuhkan kerja sama apik dengan Bank Jago. Tidak hanya pohak Gopay saja yang diuntungkan, tetapi juga dari Bank Jago. Di mana nantinya pihak bank akan mudah melakukan digitalisasi terhadap layanan perbankan. Keuntungan ini pun sama-sama akan dirasakan oleh kedua belah pihak, tentu masyarakat pun juga akan terkena imbas manfaat baik dari kerja sama yang dilakukan. 

Bank Jago Akan Mengeluarkan Pinjaman Online 

Adanya kerja sama dengan pihak Gojek, Bank Jago pun menyatakan sudah siap untuk meluncurkan platfor Pinjaman Online di aplikasi transportasi tersebut. Hingga saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut, tapi Bank Jago sudah siap meluncurkan tinggal menunggu tanggal peluncurannya. Nantinya setiap pengguna Gojek dapat membuka rekening Bank Jago dengan mudah serta didalanya ada fitur untuk pengajuan pinjaman. 

Selain kedepannya pengguna Gojek dapat membuka rekening Bank Jago, sebelumnya bank yang satu ini juga telah bekerja sama dengan Bibit. Aplikasi yang berkecimpung di dunia reksadana itupun memiliki fitur agar pengguna dapat membuka rekening Bank Jago dengan teknik E-kyc. Pengguna pun dapat membeli saham reksadana di Bibit tanpa dikenakan biaya administrasi. 

Kerja sama ini memiliki tujuan agar kedepannya masyarakat dapat memiliki rekening digital yang lebih aman dan juga mendapatkan keuntungan lebih banyak. Tidak hanya itu saja, Bank Jago pun bertujuan agar bank digital lebih bisa menjangkau masyarakat dengan lebih luas. 

Jadi, bagi Anda yang menantikan pinjaman online dari Bank Jago harus bersabar terlebih dahulu hingga waktu peluncuran diumumkan. Diharapkan adanya pinjaman online ini, maka masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan pendanaan yang diperlukan. Tidak hanya itu saja, dengan bank digital yang dikeluarkan pun mampu membantu masyarakat untuk mendapatkan kemudahan pelayanan perbankan.