lockdown di italia

Cara Beberapa Negara Menerapkan Lockdown

rasikafm.co.id – Beberapa negara menerapkan lockdown dengan cara yang berbeda. Yuk kita intip beberapa di antaranya:

Spanyol

Negara ini sempat memberlakukan lockdown mulai 14 Maret sampai 11 April 2020. Pemerintah Spanyol mengeluarkan perintah untuk mengkarantina 46 juta warganya. Selain menerapkan karantina, Spanyol juga menutup perbatasan dengan negara lain di Eropa.

lockdown di spanyol

Lalu Spanyol juga membatasi warganya supaya mereka tidak meninggalkan rumah, kecuali untuk keperluan membeli bahan makanan, ke bank, dan ke apotek. Di Spanyol, lockdown dilaksanakan dengan ketat oleh pemerintah, dengan cara menerjunkan ratusan ribu militer dan kepolisian.

Pada 5 Mei 2020, Spanyol mulai memperbolehkan penduduknya keluar rumah. Antara pukul 06:00 – 10:00 dan 20:00 – 23:00 adalah waktu-waktu dimana penduduk Spanyol diperbolehkan keluar rumah.

Sebelumnya pada 26 April, anak-anak Spanyol yang usianya masih di bawah 14 tahun diperbolehkan keluar rumah selama satu jam dalam sehari. Namun mereka hanya diizinkan pergi sejauh 1 kilometer dari rumah.

Perancis

Pemerintah Perancis menerapkan lockdown pada 17 Maret. Ketika itu segala macam pertemuan publik dilarang. Warga tidak boleh keluar rumah, kecuali untuk membeli bahan makanan atau menjalankan tugas-tugas penting lain.

Semua toko-toko yang tidak esensial dilarang berbisnis. Dan pasar terbuka juga diperintahkan untuk ditutup. Kalau ingin meninggalkan rumah, seorang penduduk harus mengisi formulir penjelasan terlebih dulu.

Selain menerapkan peraturan ketat seperti diatas, Perancis juga hanya mengizinkan setiap orang untuk berolahraga sebanyak sekali dalam sehari. Dan dilakukan tidak lebih dari satu jam.

lockdown di perancis

Satu keluarga masih boleh keluar rumah, sampai radius 1 kilometer, hanya untuk berjalan-jalan membawa anjing. Walau begitu warga tetap diminta mengisi formulir yang menerangkan jam berapa mereka pergi dan jam berapa mereka kembali.

Kalau ada yang melanggar aturan lockdown di Perancis, pemerintah akan mengenakan denda kira-kira sampai Rp 2,4 juta sampai Rp 65 juta. Pemerintah Perancis juga mengancam pelanggar lockdown dengan penjara sampai enam bulan.

11 Mei adalah tanggal dimana Perancis melonggarkan lockdown. Meski begitu, kondisi darurat negara diperpanjang sampai 24 Juli. Kalau terus begitu, terutama bila kasus harian menurun, Perancis kemudian akan memperbolehkan anak-anak kembali ke sekolah, kemudian mulai mengizinkan orang-orang untuk melakukan perjalanan sejauh 97 kilometer. Selain itu beberapa jenis bisnis akan dibuka bila kasus harian terus menurun.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Sosok Mutia Ayu, Istri Mendiang Glenn Fredly

Italia

Italia mulai memberlakukan lockdown nasional  pada 9 Maret. Penduduk Italia yang berjumlah 60 juta orang itu diperintahkan tetap berada di rumah. Semua bisnis yang tak penting ditutup, universitas dan sekolah menghentikan kegiatan belajar. Kantor pos, apotek, bank, dan supermarket tetap diizinkan beroperasi. Perjalanan di seluruh negeri dilarang, kecuali ada keperluan mendesak atau karena alasan kesehatan.

Namun warga Italia boleh keluar rumah untuk belanja bahan makanan, berolahraga di dekat rumah, atau pergi ke dokter. Hanya saja, mereka harus membawa bukti sertifikat yang menjelaskan alasan meninggalkan rumah.

Penduduk Italia yang melanggar aturan ini diwajibkan membayar denda, antara Rp7 juta sampai 52 juta. Kalau tidak, pelanggar akan dihukum penjara selama tiga bulan.

lockdown di italia

Pada 4 Mei 2020, Italia mulai melonggarkan lockdown. Taman umum mulai dibuka, dan warga diperbolehkan mengunjungi kerabat yang tinggal di satu wilayah. Beberapa restoran diperbolehkan membuka layanan bungkus makanan. Atlet olahraga pun boleh berlatih secara individual.

Akan tetapi pelonggaran lockdown ini tetap mesti memperhatikan banyak hal, misalnya larangan orang untuk berkumpul serta tetap menjaga jarak dengan orang lain. Selanjutnya Italia akan menambah porsi pelanggaran pada tahap berikutnya, atau pada 18 Mei.

Nah, pada 18 Mei itulah warga Italia diperbolehkan berkunjung ke perpustakaan, museum, dan pertokoan. Nantinya pada 1 Juni, salon kecantikan, kafe, restoran, dan bar boleh buka kembali. Akan tetapi sekolah-sekolah di Italia tetap tutup sampai September.

Jerman

Pemerintah Jerman memberlakukan lockdown pada 22 maret. Mereka menyebutnya sebagai kebijakan social distancing. Lalu pemerintah Jerman juga melarang pertemuan publik yang dihindari lebih dari dua orang. Pengecualian untuk orang-orang yang tinggal dalam satu rumah.

Restoran di Jerman juga ditutup, kecuali yang menyediakan layanan penjemputan dan pengiriman makanan. Bisnis-bisnis non-esensial seperti salon tato dan rambut tidak boleh buka sama sekali. Namun orang-orang tetap boleh olahraga diluar rumah, dengan tetap menjaga jarak, setidaknya sampai 1,5 meter dengan orang lain.

Jerman juga memerintahkan sekolah ditutup sampai 24 April 2020. Lalu kemudian Jerman mulai melonggarkan lockdown pada 6 Mei 2020. Dengan begitu, sejumlah bisnis yang dianggap non-esensial juga boleh beroperasi. Juga sekolah-sekolah di seluruh negeri.

Sebelum izin pelonggaran keluar, hanya bisnis dengan bangunan seluas 75 meter yang boleh beroperasi. Jadi setelah lockdown dilonggarkan, batasan itu hilang. Hanya saja standar kebersihan harus tetap dipenuhi, orang-orang harus menjaga jarak, dan masker harus tetap dipakai.