Ekonomi Indonesia Masih Terbilang Kuat Di Tengah Isu Resesi 2023

Saat ini dunia sedang menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari masalah kesehatan, krisis pangan, keuangan, hingga krisis energi. Namun perekonomian Indonesia bisa dikatakan cukup stabil. Hal ini dikarenakan pondasi ekonomi Indonesia yang cukup kuat. 

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal II tahun 2022 yang melesat lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Sehingga dapat dikatakan perekonomian Indonesia sejauh ini masih kuat serta semakin jauh dari resesi yang banyak menghantui Negara-negara barat termasuk Amerika Serikat.  

Ekonomi Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik, di tengah ancaman resesi global, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi di kuartal ketiga tahun ini tumbuh 5,72% secara tahunan. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan pada kuartal kedua sebesar 5,44%, bahkan melampaui capaian pada kuartal sama tahun lalu yang hanya 3,51%. Ini artinya dalam empat kuartal berturut-turut ekonomi Indonesia mampu tumbuh diatas 5%.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) pada kuartal III 2022 tercatat Rp 5.091,2 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK), PDB Indonesia mencapai Rp. 42.976,8 triliun. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin kuat dan menuju ke arah pemulihan. Tren pertumbuhan ekonomi secara tahunan naik persisten selama empat kuartal berturut-turut. Bahkan, pertumbuhan ekonomi sejak kuartal IV 2021 konsisten berasa diatas 5%. Artinya di tengah terpaan kondisi global yang makin tidak menentu, pertumbuhan Indonesia dan bahkan trenya makin menguat. Lantas sektor apa saja yang menjadi alasan peningkatan PDB terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia? Mari kita bahas.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022 ditopang sektor ini:

  • Sektor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2022 adalah industri pengolahan. Tumbuh sebanyak 17,88%, industri pengolahan berkontribusi 0,99% terhadap pertumbuhan ekonomi 
  • Selanjutnya adalah sektor transportasi dan pergudangan berkontribusi 0,90% dengan pertumbuhan 25,81% 
  • Lalu sektor perdagangan dengan kontribusi 0,71% dengan pertumbuhan 12,74% dan sektor perdagangan di Indonesia masih menunjukan tren yang positif. 

Disamping itu, program BPS wajib pajak melampaui target dari 40 triliun menjadi 60 triliun. Pemerintah Indonesia juga menawarkan beberapa instrumen investasi selain deposito yang mempunyai imbal hasil sektor 5%. 

Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa 3 tahun terakhir Indonesia sudah tidak mengimpor beras untuk konsumsi. Produksi beras Indonesia pada kurun waktu 2019 hingga tahun 2021 konsisten sebanyak 31,3 juta ton pertahun. Indonesia bahkan mendapatkan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) karena swasembada beras sejak tahun 2019 sampai tahun 2021. 

Kini, investor asing juga melihat kondisi perekonomian Indonesia tetap stabil sehingga minat Negara lain untuk berdagang dan berinvestasi di Indonesia sangatlah besar. Jika Indonesia tetap menjaga investasi masuk, maka perdagangan akan berjalan aman. Dengan banyaknya investasi yang masuk, maka dapat membuka lapangan pekerjaan baru.  

Fokus pada ekonomi kerakyatan sangat diperlukan juga bagaimana kita membantu UMKM. UMKM merupakan salah satu unit usaha paling terdampak pandemi. Dalam konteks ketahanan industri Indonesia, pelaku industri ini sedang bergerak menuju pemulihan ekonomi. Sector industry akan bertahan untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara industri tangguh pada tahun 2025 sesuai dengan kebijakan industri nasional. Namun, tetap masih ada tantangan, yaitu industry Indonesia masih bergantung dengan bahan baku impor. Bahan-bahan yang diimpor ini, akan kita ekspor kembali. Hal ini dapat diatasi secara regulasi. Lalu tantangan lainnya adalah kenaikan bahan baku, logistic dan daya beli menurun ditambah konflik Rusia-Ukraina yang mengakibatkan krisis pangan dan energy. 

Kontribusi UMKM terhadap PDB nasional mencapai 61% pada tahun 2022 dengan menyerap sebanyak 97% dari total angkatan kerja nasional. UMKM perlu mendapatkan bantuan modal, pelatihan SDM, mengubah pelaku UMKM informal menjadi formal hingga mendorong UMKM untuk go-digital. 

Bagi masyarakat Indonesia transformasi digital adalah proses yang tak bisa dilewatkan, transformasi digital adalah proses dan strategi mengenai bagaimana menggunakan teknologi digital secara drastic mengubah cara bisnis dan merebut pasar agar mampu survive di tengah himpitan persaingan usaha yang semakin mengglobal 

Selama pandemic Covid-19, data memperlihatkan bahwa sirkulasi logistic naik sebanyak 60% akibat penggunaan delivery grocery. Selama setahun terakhir ini, konsumen digital naik sebanyak 10,2% dan transaksi e-money naik sebesar 55%. Untuk merespon perkembangan perilaku konsumen yang makin bergeser ke transaksi daring inilah, pelaku usaha ekonomi Indonesia mau tidak mau harus menggeser pola pemasaran yang dikembangkan. Namun memastikan arah transformasi digital dapat berjalan sesuai koridor itu bukanlah hal yang mudah, 

Dengan semakin kuatnya kondisi dan fundamental ekonomi Indonesia, sikap optimistis yang tinggi dan kesadaran yang tinggi dari masing-masing individu, bukan hal yang mustahil kejayaan Indonesia akan segera menemukan percepatan lajunya sesuai dengan yang ditargetkan pemerintah saat ini.