Gawat, Netflix Digugat Investor! Ada apa Gerangan?

Gawat, Netflix Digugat Investor! Ada apa Gerangan?

Sudah jatuh tertimpa tangga, masalah yang dihadapi oleh Netflix seolah tak kunjung usai. Setelah harga saham Netflix mengalami penurunan dan kehilangan banyak pelanggan, kini Netflix kembali diperbincangkan karena digugat oleh para investornya. 

Dilansir dari news.com.au pada Minggu (8/5/2022), para investor menggugat pihak Netflix ke Pengadilan Distrik Federal San Fransisco, AS pada Selasa (3/5/2022). Mereka merasa Netflix tidak pernah bersikap transparan selama ini. 

Jajaran para petinggi Netflix mengklaim bahwa kondisi bisnis mereka semakin menguat dan akan terus tumbuh. Padahal kenyataannya sangat berbalik, saham Netflix justru sedang anjlok dan dipastikan akan terus merugi. Pernyataan pihak Netflix tersebut telah melanggar undang-undang serta dapat menyebabkan kerugian secara materi. 

Masalahnya dengan pernyataan yang salah atau menyesatkan dari pihak Netflix tersebut, banyak investor yang pada akhirnya menanamkan modalnya untuk membeli saham Netflix. Mereka menganggap bahwa saat ini perusahaan Netflix sedang berada dalam kondisi yang baik-baik saja dan memiliki prospek bisnis yang bagus. 

Para investor yang melayangkan gugatan yaitu yang melakukan pembelian saham Netflix pada periode 19 Oktober 2021 di harga $636 hingga 19 April 2022 ditutup pada harga $348. Dan terus jatuh sampai di angka $188. 

Melihat pergerakan harga saham Netflix tersebut tentu sangat merugikan para investornya hingga mereka harus merelakan uangnya yang hilang lebih dari 50%. Oleh karena itu, mereka berani menggugat Netflix dan meminta ganti rugi.

Besaran ganti rugi termasuk beban bunganya akan ditentukan di persidangan nanti. Gugatan ganti rugi tersebut berupa penggantian moneter para penggugat yang memiliki saham di periode 19 Oktober 2021-19 April 2022 beserta anggota class action. 

Kehilangan Para Pelanggannya 

Saham Netflix terus anjlok setelah digugat oleh para investornya, sampai menyebabkan kerugian di angka USD 54,3 miliar atau setara dengan Rp 790 triliun. Bahkan pada tanggal 20 April 2022 lalu, Netflix menyatakan telah kehilangan para pelanggannya yakni sebanyak 200 ribu pelanggan. 

Angka-angka tersebut telah memecahkan rekor kerugian yang paling besar yang pernah dialami Netflix dan terjadi hanya dalam waktu satu hari saja. Dan diperkirakan Netflix akan kehilangan 2,5 juta pelanggannya sampai bulan Juni 2022 mendatang. 

Dari kehilangan pelanggannya itu, pihak Netflix menuding adanya dampak yang terjadi akibat perang antara Rusia dan Ukraina. Sebab, terdapat sekitar 700 ribu akun yang digantung dari pelanggan-pelanggan di Rusia, ditemukan permasalahan berbagi password serta munculnya kompetitor yang memiliki layanan yang sama. 

Sehingga belum dapat dipastikan apakah gugatan para investor telah memberikan dampak langsung terhadap hilangnya ratusan ribu pelanggan setia Netflix. Namun tidak dipungkiri bahwa para penggunanya tetap akan merasakan dampak dari kerugian yang dialami Netflix.

Meskipun telah mendapatkan gugatan dan kehilangan banyak pelanggan, Netflix tetap mencoba bertahan untuk menarik pelanggan-pelanggan baru. Mereka mematok biaya langganan yang jauh lebih murah dari sebelumnya. Netflix juga akan menindak para pelanggan yang membagikan password akun. 

Gawat, Netflix Digugat Investor! Ada apa Gerangan?

Fakta Menarik tentang Perusahaan Netflix

Terlepas dari masalah yang sedang dihadapi oleh Netflix, banyak fakta menarik dari perusahaan yang fokus pada layanan streaming film ini. Simak fakta-faktanya di bawah ini. 

  • Perusahaan Netflix Lebih Tua dari Google

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwa Netflix sudah didirikan sebelum Google. Perusahaan Google sendiri berdiri pada 4 September 1998 yang dibentuk oleh Sergey Brin dan Larry Page. Sedangkan Netflix merupakan bentukan dari Reed Hasting dan Marc Randolph yang sudah berdiri sejak 26 Agustus 1997. 

  • Berawal dari Rental DVD

Reed Hasting mengawali perusahaan Netflix dengan membuka rental DVD. Pada saat itu di tahun 1997, ia hanya menjual dan menyewakan kaset DVD yang dikirim melalui pos. Kurir pos akan mengantarkan DVD yang berisikan film yang diinginkan oleh pelanggan ke masing-masing rumah pelanggan. Dan setelah satu tahun berjalan, Reed Hasting mulai memasarkan penyewaan DVDnya secara online. 

  • Bermigrasi ke Layanan Streaming

Sejak tahun 2000, Reed Hasting sudah memikirkan untuk menjadikan Netflix sebagai layanan streaming film. Ia mulai melakukan pengembangan pada algoritma video rekomendasi dan pada tahun 2007, Netflix resmi memulai layanan streamingnya yang bisa diakses secara gratis. Di tahun tersebut, Netflix hanya memiliki seribu judul film dan juga TV series. Kemudian di tahun 2019, Netflix memiliki 10 ribu judul dan terus meningkat hingga saat ini. 

  • Gaji Karyawan Netflix Sangat Fantastis

Berdasarkan data yang diperoleh dari Glassdoor, Netflix berani membayar karyawannya mulai USD 17,3 per jam atau jika dirupiahkan sekitar Rp 255 ribu. Kabarnya itu diperuntukkan untuk karyawan baru saja, bayangkan berapa banyak gaji yang diperoleh karyawan-karyawan yang sudah memiliki jabatan di perusahaan Netflix ! Banyak informasi yang mengatakan bahwa gaji karyawan Netflix dapat mencapai ratusan juta rupiah tiap bulannya.