polemik puan maharani dengan masyarakat sumatera barat

Polemik Puan Maharani dengan Masyarakat Sumatera Barat

rasikafm.co.id – Beberapa waktu lalu, sempat terjadi permasalahan besar antara Puan Maharani selaku Ketua DPR RI dengan masyarakat Sumatera Barat. Berawal dari pernyataan Puan yang berkata “semoga Sumbar mendukung negara Pancasila” di tengah rapat PDIP entah disengaja atau tidak telah menyinggung masyarakat Sumatera Barat. 

Hingga kini klarifikasi langsung atas pernyataan Puan Maharani masih ditunggu masyarakat Sumbar atau Minangkabau meski telah memasuki fase cooling down. Namun, tetap saja pernyataan tersebut menimbulkan polemik besar karena mengaitkan masyarakat minangkabau dengan Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia. 

Beberapa Tokoh yang Menanggapi Polemik Puan-Sumbar

Berawal dari ucapan ketua DPR RI yang mengundang polemik, beberapa tokoh politik hingga tokoh masyarakat sumbar juga menanggapinya. Sebut saja Hasril Chaniago seorang tokoh masyarakat Sumbar yang telah memberi tanggapan resmi ke media terkait polemik Puan-Sumbar. Menurut perkataan Hasril tinggal perlu waktu saja permasalahan ini akan diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak. Kini antara Puan dan masyarakat Sumbar juga telah memasuki kondisi cooling down atau sudah dingin.

pernyataan kontroversial puan maharani

Baik disengaja atau tidak, setiap orang bisa saja salah berucap, keliru, khilaf, keseleo dan salah memberi pernyataan. Sebagai sesama putra bangsa dan masyarakat Indonesia hendaknya tetap jernih melihat masalah tersebut agar tidak semakin runyam. 

Puan maharani jika dilihat dari garis keturunan ibu juga merupakan keturunan Minangkabau katanya. Di dalam darahnya mengalir darah dari ibu negara pertama Indonesia yaitu Ibu Fatmawati yang berasal dari Minang. Namun, Hasril juga meminta pihak Puan agar segera menjelaskan atau memberi klarifikasi terhadap pernyataan sensitif tersebut melalui pihak PDIP. 

Polemik Dipicu Faktor Kalah Suara PDIP Di Sumatera Barat

Tokoh lain yang juga menanggapi polemik Puan-Sumbar adalah Asvi Warman Adam yang merupakan seorang sejarawan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Menurut Asvi, masalah antara masyarakat Minangkabau dan ketua DPR RI dipicu berbagai faktor. Salah satu faktor utama penyebab pernyataan terkait negara Pancasila terlontarkan adalah harapan yang tidak terwujud akibat kalah suara di Sumatera Barat. Petinggi partai PDIP sekaligus Ketua DPR RI ini menaruh harapan besar kepada masyarakat Sumbar selama pemilu tahun lalu. 

Berawal dari kalah suara hingga terbawa sentimen masalalu turut menyumbang polemik atau masalah antara Puan dan masyarakat Sumbar menurut Asvi. Pernyataan Puan yang seolah menganggap masyarakat Sumatera Barat tidak mendukung Pancasila bisa jadi karena adanya pemberontakan pada tahun 1958 era pemerintahan Presiden Soekarno yang dideklarasikan di Sumatera Barat oleh PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Dari pemantik tersebut bisa jadi akar permasalahan antara kedua belah pihak yang saat ini dalam masa cooling down.

Baca Juga : Kapan Waktu Tepat Meminjam Lewat KTA Online?

Tanggapan Langsung dari Pihak PDIP terkait Puan Maharani

Selain pihak luar, dari pihak pengurus partai PDIP sendiri turut memberikan tanggapan atau menjelaskan ucapan Puan Maharani yang telah mengundang polemik. Menurut Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP, Puan mengingatkan seluruh kader partai untuk membumikan Pancasila di seluruh wilayah NKRI dan tidak hanya di Sumbar saja. 

polemik puan maharani dengan masyarakat sumatera barat

Sedangkan menurut Hendrawan Supratikno selaku politikus senior PDIP terhadap tuntutan masyarakat Minangkabau atas permintaan maaf Puan Maharani sudah diselesaikan dengan baik. Menurut penjelasan langsung dari Hendrawan saat wawancara dengan beberapa media tentang masalah ucapan Puan Maharani adalah sebagai bentuk permohonan dukungan partai PDIP saja. 

Tanggapan Partai Lain Terhadap Pernyataan Puan Maharani

Partai politik lain tentu tidak ingin melewatkan kesempatan mengkritik dan menanggapi polemik antara Puan-Sumbar ini. Sebut saja Handi Risza yang merupakan juru bicara PKS yang mendesak Ketua DPR RI ini segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf resmi kepada masyarakat Sumatera Barat yang telah disinggung. Juru bicara partai PKS juga meminta Puan mengingat jasa bapak NKRI yaitu Mohammad Natsir dan Mohammad Hatta. Namun tidak sedikit pula tokoh yang menuding Handi Risza sebagai provokator rakyat Sumbar.

Masyarakat Sumbar Menuntut Permintaan Maaf Puan Maharani

Beberapa waktu lalu, selain masyarakat Minang yang berada di Sumatera Barat menuntut klarifikasi dan permintaan maaf dari elit partai PDIP sekaligus ketua DPR RI Puan Maharani, masyarakat Minang yang berdomisili di kota Medan juga melakukan hal yang serupa. Pernyataan Puan Maharani yang berbunyi ”semoga Sumbar menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila” entah disengaja ataupun tidak dianggap telah menyinggung perasaan masyarakat Sumatera Barat. 

Setelah menandatangani spanduk besar dan berkumpul di Masjid Raya Al Mashun, warga minang di Medan menuntut ketua DPP PDIP memberikan klarifikasi dan permintaan maaf resmi terkait pernyataan penuh kontroversinya. 

Secara bergantian spanduk putih ditandatangani warga Minang di Medan yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Masjid Raya Al Mashun dan menunjukkannya ke hadapan masyarakat setempat. Selain menuntut permintaan maaf dari Puan, aksi unjuk rasa juga menuntut ketua DPP PDIP ini lengser dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI.