pembubaran fpi

5 Penjelasan Terkait Penangkapan Habib Rizieq dan Pembubaran FPI

rasikafm.co.id – Akhir tahun 2020 ada banyak berbagai kasus dan kejadian terjadi, sehingga membuat perjalanan tahun 2020 begitu panjang dan melelahkan. Salah satunya terkait pembubaran FPI dan penangkapan pimpinannya yaitu Habib Rizieq. Hal ini memicu berbagai pandangan dan spekulasi dari masyarakat, baik ada yang pro dan kontra. 

Front Pembela Islam (FPI) memang memiliki basis yang besar dan mempunyai pengikut yang setia. Tidak heran FPI menjadi salah satu organisasi masyarakat yang memiliki massa yang besar dan penangkapan serta pembubarannya mengundang banyak perlawanan. Berikut ini kami akan menjelaskan mengenai penangkapan Habib Rizieq dan pembubaran FPI. 

Penangkapan dan Pembubaran FPI

1. Pulangnya Habib Rizieq Ke Indonesia 

Hal pertama yang menyebabkan berbagai rangkaian peristiwa heboh dan kontroversi bermula  dari kepulangan imam besar FPI yaitu Habib Rizieq Shihab. Dalam proses kepulangannya, Habib Rizieq sudah dilakukan pengamanan ketat oleh pihak kepolisian. Setelah sampai pada pintu kedatangan, kepulangan pimpinan FPI tersebut disambut oleh massa yang banyak. 

Kejadian ini tepat pada hari Selasa, 10 November 2020 dan kepulangan Habib Rizieq memicu banyaknya kumpulan massa dan membuat berbagai aktivitas sekitar bandara mengalami berbagai kendala dan masalah. Karena banyak pendukung yang hadir di bandara dalam rangka menyambut pimpinannya tersebut membuat banyak orang berkerumun. 

Akibat dari kerumunan tersebut membuat jalanan sekitar Bandara Soekarno Hatta mengalami kemacetan, penerbangan banyak mengalami delay dan pembatalan, dan melanggar protokol kesehatan, karena telah berkumpul secara ramai-ramai. Tentunya kegiatan ini mengundang pro dan kontra di dalam masyarakat. 

2. Berkumpul di Petamburan dan Mega Mendung 

Tidak selang lama dari beberapa kejadian penyambutan Habib Rizieq di Bandara Soekarno Hatta yang mengundang berbagai kontroversi. Tetapi tepat pada hari Sabtu, 14 November 2020, FPI membuat dan menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang mencapai 10 ribu jamaah yang hadir pada kegiatan tersebut. 

pembubaran fpi

Pada hari yang sama, kegiatannya tidak hanya pada acara maulid Nabi Muhammad SAW saja, tetapi kerumunan masih terjadi dengan adanya acara akad nikah di Mega Mendung. Akibat dari kejadian ini, Kepolisian Indonesia memberhentikan dan mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat yang lalai dalam menegakan protokol kesehatan Covid 19. 

Adanya kejadian tersebut menimbulkan buntut permasalahan yang panjang, karena Kapolri juga memanggil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat untuk meminta kesaksian dan penjelasan mengenai kerumunan yang terjadi tersebut. 

Baca Juga : Ingin Lancar Bayar Cicilan di Aplikasi Pinjaman Online? Berikut Tipsnya

3. Terjadinya Penembakan Laskar FPI

Adanya aksi penembakan yang memberikan banyak pro dan kontra didalam masyarakat, karena adanya kasus tersebut menimbulkan berbagai kejanggalan. Kejadian terjadi pada hari Senin, 07 Desember 2020. Dalam kejadian tersebut ada 6 korban laskar FPI tewas yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. 

Terkait kasus penembakan tersebut memberikan beberapa versi baik dari pihak FPI dan pihak Kepolisian Republik Indonesia. Berdasarkan keterangan dari polisi, adanya penembakan tersebut disebabkan kalau mobil dari petugas kepolisian terus dipepet dan ditodong senjata api oleh laskar FPI, namun melihat tindakan tersebut petugas melakukan pembelaan. 

Akibat dari tindakan tersebut 6 orang tewas. Namun berbeda dengan penjelasan dari pihak FPI, dalam rombongan tersebut telah terjadi sebelum masuk Tol, karena sudah ada tindakan penghadangan dan penembakan terhadap rombongan Habib Rizieq dan keluarga. Bahkan berdasarkan keterangannya menjelaskan telah ada penculikan 6 orang laskar FPI. 

Beberapa penjelasan dan kronologinya, sekarang ini masih belum ada penjelasan secara lengkapnya dan belum terpecah. Tetapi tindakan ini menimbulkan berbagai respon dari masyarakat baik yang pro dan kontra. 

4. Penangkapan Habib Rizieq

Tepat pada hari Kamis, 10 Desember 2020, pihak kepolisian melalui Polda Metro Jaya memutuskan Habib Rizieq menjadi tersangka akibat kasus kerumunan di Petamburan. Dalam kasus tersebut polisi juga menahan dan menangkan 5 orang lainnya. Mengenai kasus tersebut Habib Rizieq dijerat Pasal 160 dan pasal 216 KUHP tentang penghasutan terhadap masyarakat untuk melakukan tindakan pidana. 

5. Pembubaran FPI

Pada hari Rabu, 30 Desember 2020 melalui Menko Polhukam Mahfud MD mengumumkan bahwa pelarangan terhadap Front Pembela Islam (FPI). dalam keputusan tersebut pemerintah melarang berbagai aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh FPI. Hal ini telah ditulis dan diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 83 PUU 11 2013 mengenai pelarangan FPI. 

Dalam keputusan tersebut, FPI tidak lagi mempunyai legalitas dan jika ada nama FPI kembali semuanya tidak boleh dan ditolak. Sebenarnya mengenai legalitas, FPI sudah lama berakhir dan tidak ada perpanjangan, dengan begitu sudah seharusnya FPI dibubarkan. 

Pembubaran ini juga melihat dari sepak terjang yang diberikan oleh FPI yang malah mengganggu dan merusak ketertiban umum. Semuanya dilakukan baik dari sweeping, provokasi dan berbagai pelanggaran lainnya. 

Demikianlah penjelasan mengenai penangkapan dan pembubaran FPI, semoga penjelasannya bermanfaat dan berguna untuk Anda nantinya.