Akhirnya Persija Diizinkan Memakai Stadion JIS sebagai Kandang

Akhirnya Persija Diizinkan Memakai Stadion JIS sebagai Kandang

Baru-baru ini stadion JIS atau Jakarta International Stadium sedang ramai diperbincangkan. Apalagi ketika JIS digunakan untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri beberapa waktu lalu. Banyak foto yang tersebar di media sosial bagaimana penuhnya JIS pada saat itu. 

Jika berbicara mengenai JIS, biasanya tidak terlepas dari sosok Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Keberhasilannya dalam menyediakan stadion bertaraf internasional, mendapat sambutan yang baik dari berbagai pihak. Tidak hanya dari kalangan masyarakat namun juga klub sepakbola Persija. Mereka sangat berharap bahwa JIS dapat digunakan sebagai kandang Persija. 

Mengingat Anies Baswedan juga pernah menjanjikan stadion megah untuk home base Persija pada saat melakukan kampanye tahun 2017 silam. Anggota DPRD Fraksi Gerindra Yudha Permana yang pernah menjadi tim sukses Anies-Sandiaga mengingatkan kembali komitmen awal pembangunan JIS. 

Yudha pernah menjadi mediator antara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan para Jakmania dan klub Persija. Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Pemenangan Polonia tahun 2017, dan di situlah tercetus janji Anies-Sandiaga untuk membangun stadion sebagai home base Persija menggantikan Lapangan Banteng dan Stadion Lebak Bulus. 

Anies Baswedan Izinkan Klub Persija Berkandang di Stadion JIS 

Setelah menunggu jauh-jauh hari, akhirnya Persija diizinkan oleh Anies Baswedan untuk berkandang di Jakarta International Stadium. Manajemen Persija Jakarta tinggal berkomunikasi dengan PT Jakarta Propertindo atau Jakpro sebagai pihak yang mengelola JIS dalam urusan penggunaan stadion. Hal tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan di Stadion JIS.

“Jakpro merupakan identitas komersial yang dibawahi oleh Pemprov DKI Jakarta dan Persija yang juga sebagai entitas komersial, sehingga antara Jakpro dengan Persija sedang melakukan finalisasi atas pembahasan untuk bisa dikelola,” ungkapnya pada hari Sabtu (7/5/2022).

“Jadi, JIS tetap akan dikelola oleh Jakpro. Bagaimana detail perjanjiannya antar kedua belah pihak masih dalam proses, semoga saja segera tuntas,” imbuhnya.

Pihak dari Persija sendiri sebelumnya sudah memohon kepada LIB atau PT Liga Indonesia Baru untuk melakukan verifikasi bagaimana kelayakan JIS. Rencananya Persija akan menggunakan JIS sebagai kandang pada Liga 1 di musim 2022/2023. Bahkan Persija tidak akan keberatan jika harus membayar sewa stadion hingga 1 miliar setiap satu laga.

“Kami sanggup membayar mahal untuk sewa stadion jika memang saling menguntungkan. Bahkan nominal 1 miliar tidak masalah pasti akan kami bayarkan asalkan Persija pun bisa mendapatkan untung,” ujar Mohamad Prapanca, Presiden Persija.

Dibandingkan Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Stadion JIS memiliki kapasitas lebih besar yakni dapat memuat lebih dari 80 ribu penonton. Sedangkan GBK memuat sekitar 75 ribu penonton. Selain itu, Stadion JIS jauh lebih mutakhir fasilitasnya  dibandingkan Stadion GBK. 

Tepat tanggal 7 Mei 2022, akhirnya untuk pertama kalinya Persija bertanding di Stadion JIS. Setelah sebelumnya sempat kecewa karena tidak dilibatkan dalam soft launching stadion yang berada di Jakarta Utara tersebut. Bahkan dalam ajang IYC (International Youth Championship) 2022, Persija sebagai klub sepakbola kebanggaan ibukota Jakarta juga tidak dilibatkan untuk tampil di JIS. 

Akhirnya Persija Diizinkan Memakai Stadion JIS sebagai Kandang

Menemui Beberapa Hambatan

Meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan izin kepada Persija, akan tetapi JIS belum tentu jadi untuk difungsikan sebagai kandang Persija di Liga 1 2022/2023. 

“Seperti belum bisa dipastikan, jadi atau tidaknya. Kami sedang memasuki tahap finalisasi kontrak dengan Jakpro. Karena ini bersifat B2B (bisnis ke bisnis), jadi tidak ada kaitannya dengan Pemprov DKI Jakarta sebagai pemilik PT Jakarta Propertindo,” ungkap Mohamad Prapanca di JIS (7/5/2022).

Menurutnya, yang masih menjadi diskusi alot yaitu soal harga. Bagi Prapanca, harga yang nantinya disepakati tidak akan merugikan salah satu pihak. 

“Katakanlah biaya sewa mahal karena untuk menutup ROI (return of investement) dari Jakpro, tetapi nanti akan mengorbankan para Jakmania. Jangan sampai seperti itu. Antara kami dengan Jakpro harus mencapai harga tertentu yang saling menguntungkan. Itulah yang masih dalam tahap negosiasi,” kata Prapanca. 

Selain itu, pihak Persija juga masih menunggu verifikasi dari LIB terkait kelayakan JIS jika digunakan sebagai kandang di liga musim depan 2022-2023. Sebab, Persija sebagai klub profesional juga memiliki standar untuk menjadikan suatu stadion sebagai kandang. Apalagi klub kebanggan para The Jakmania ini sudah berlisensi AFC (Asian Football Confederation)

Dan apabila diskusi antara Persija dengan Jakpro tidak menemu hasil, Mohamad Prapanca menegaskan pembicaraan Persija dan Jakpro mandek, Prapanca menegaskan bahwa Persija sudah memiliki opsi lain untuk diajukan sebagai kandang di Liga 1 2022-2023 yaitu Stadion Gelora Bung Karno dan Stadion Patriot Candrabhaga yang ada di Bekasi. 

Kedua stadion tersebut sudah lolos verifikasi untuk memenuhi syarat kelayakan sebagai kandang bagi Persija di liga musim depan nanti.