pcr

Batas Harga Tes PCR Turun, Berapa?

Pemerintah sudah menurunkan batas harga untuk tes PCR (polymerase chain reaction) setelah mendapatkan begitu banyak protes dari warga. Protes tersebut sebelumnya telah dikemukakan akibat pemerintah mengharuskan kepada para pengguna moda transportasi udara untuk melakukan tes PCR pada area Jawa juga Bali, baik yang akan pergi ataupun kembali.

Berdasarkan ketentuan terbaru, biaya tes PCR pada wilayah Jawa serta Bali yang awalnya sebesar Rp 495.000 kemudian diturunkan menjadi Rp 275.000. Namun, untuk luar Jawa-Bali dari yang diawal dibanderol Rp 525.000, lalu diturunkan sampai dengan Rp 300.000. Baik laboratorium hingga layanan kesehatan lainnya melakukan penyesuaian.

Harga terbaru tes PCR di berbagai tempat.

1. RS Siloam

RS Siloam memberikan penawaran kepada Anda yang ingin tes RT Reguler dengan harga Rp 275.000 untuk di wilayah Jawa juga Bali dan Rp 300.000 bagi area di luar kedua wilayah tersebut. Hasil tes milik Anda akan keluar dalam waktu 1×24 jam dari waktu pengambilan sampel diterima oleh pihak laboratorium.

2. Fast Lab

Harga dari tes PCR pada Fast Lab saat ini turun menjadi Rp 300.000. Sama halnya dengan Siloam, Fast Lab juga menawarkan swab PCR dengan biaya sebesar Rp 275.000 di wilayah Jawa-Bali, serta seharga Rp 300.000 untuk di area luar Jawa-Bali. Bagi di luar wilayah Jawa-Bali, Fast Lab memiliki layanan di kota Makassar dan Medan. Untuk tes PCR, Fast Lab akan keluar pada kurun waktu 6 jam.

3. Bumame

Setelah sebelumnya sempat diprotes oleh banyak pihak dikarenakan tidak menurunkan harga dari tes PCR, Bumame pada akhirnya membuat harga terbaru mereka. Bumame telah mematok harga Rp 275.000 bagi wilayah Jawa-Bali, kemudian Rp 300.000 wilayah di luar Jawa-Bali. Harga baru ini telah diberlakukan mulai tanggal 30 bulan Oktober 2021 dan hasil tes akan keluar dalam kurun waktu 1×24 jam.

4. Swab ID

Layanan dari swab PCR secara Drive Thru di wilayah Jakarta, meluncurkan harga terbaru bagi penumpang pesawat. Kemudian untuk para penumpang dari Lion Air Group, pihak Swab ID memberikan harga PCR sebesar Rp 195.000.

Sedangkan bagi penumpang maskapai Garuda Rp 260.000 serta Citilink Rp 239.000. Layanan PCR bagi penumpang AirAsia adalah sebesar Rp 275.000 dan bila masyarakat umum serta reguler Rp 260.000. 

5. Quick Test

Harga dari tes PCR dari Quick Test juga sudah mengalami penyesuaian atau penurunan harga. Sekarang harga tes telah dipatok sebesar Rp 275.000. Quick Test juga memiliki beragam kategori layanan, misalnya PCR Sameday dimana pengambilan sampelnya akan dilakukan sebelum pukul 12.00 WIB. 

Kemudian ada pula PCR Next Day, pengambilan dari sampelnya akan dilayani dari mulai pukul 08.00 sampai dengan tutup. Untuk hasilnya dari PCR sendiri, akan selesai 6 jam sampai 8 jam dan dilayani pada jam 09.00-14.00 WIB.

6. Swab Express

Layanan PCR dari home service memberikan layanan untuk tes Covid-19 dengan cara mendatangi langsung rumah pemesan atau pasien. Misalnya, laboratorium, Swab Express sudah menurunkan tarifnya menjadi harga Rp 275.000 bagi Jawa-Bali dan Rp 300.000 untuk wilayah luar Jawa-Bali.

7. Kimia Farma

Kimia Farma juga sudah menurunkan harga bagi layanan tes Covid-19 sebesar Rp 275.000 untuk sekali tes. Harga ini telah diberlakukan sejak tanggal 28 bulan Oktober 2021 serta khusus pada wilayah Medan, Makassar, serta Jawa-Bali.

Lalu, berapa modal dari usaha lab tes RT-PCR?

Randy H. Teguh sebagai Gakeslab (Sekretaris Jenderal Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium) menjelaskan bila alat pemeriksaan untuk tes PCR itu beragam, sehingga tidak dapat mengeneralisir jumlah modal yang dibutuhkan untuk menjalankan tes ini.

Namun, untuk biaya dari alat pengetesan, yakni Reagen hingga APD akan mencapai 40% sampai 50% mulai struktur tarif tes PCR. Sisanya digunakan untuk membayar tenaga medis, administrasi, juga sewa ruangan.

Beliau menjelaskan bila kisaran harga tersebut mulai Rp 150.000 hingga Rp 500.000 tergantung dari asal serta kualitas produk. Semakin mahal produknya tingkat akurasinya tentu semakin bagus. Sementara bila biaya investasi dari mesin PCR mulai ratusan juta sampai Rp 2 miliar.

Peneliti pada Mikrobiologi Klinik, yaitu Amin Soebandrio menjelaskan bila seharusnya proses penurunan harga tersebut tidak akan mempengaruhi kualitas tes PCR, karena pihak penyedia fasilitas telah berkomitmen untuk menyanggupi dalam melakukan pemeriksaan. Kemudian, mengenai biaya memang sudah diatur pemerintah.

Namun, dalam penurunan harga tentu akan memberatkan pihak penyedia jasa. Hal tersebut dikarenakan adanya harga yang dikeluarkan. Seiring dengan diberlakukannya batas harga untuk PCR, pemerintah juga melakukan pengawasan serta pembinaan guna memastikan bila laboratorium akan mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh Kemenkes dan apabila melanggar akan diberi sanksi seperti pencabutan dan penutupan izin operasional.