Benarkah Ekonomi Indonesia Terus Bertumbuh?

Ekspansi perekonomian Indonesia terus tumbuh melesat di tengah ketidakpastian dan krisis global. Anti resesi, ekonomi Indonesia di kuartal III mampu tumbuh mencapai 5,72% secara tahunan. Ini artinya selama empat kuartal berturut-turut sejak kuartal 4 tahun 2021, perekonomian Indonesia berhasil tumbuh diatas 5%. 

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan “capaian pertumbuhan ekonomi karena pulihnya mobilitas masyarakat telah ikut mendorong konsumsi”. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke III juga terjadi di hampir semua lapangan usaha. Sektor industri pengolahan sebagai contributor terbesar tumbuh positif sebesar 4,83, begitupun dengan sektor utama lainnya, seperti sektor pertambangan dan pertanian masing-masing tumbuh sekitar 3,22% dan 1,65%. 

Tentunya terdapat elemen ekonomi yang berjasa dalam perekonomian nasional yang mempunyai jasa besar, akibat dari elemen inilah Negara Indonesia bisa tahan banting terhadap berbagai guncangan dan krisis ekonomi selama puluhan tahun. Berkat elemen ini juga, Indonesia bisa berbangga menjadi salah satu anggota G20 yang terdiri dari negara-negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Sebenarnya elemen ekonomi apa saja kah itu? Mari simak penjelasan berikut. 

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Mungkin banyak dari kalian yang menganggap pahlawan yang berjasa terhadap perekonomian Indonesia adalah perusahaan-perusahaan manufaktur besar yang punya ratusan ribu karyawan atau perusahaan yang kantornya mewah dan nyaman di area strategis, ternyata bukan salah satu dari keduanya. Pahlawan ekonomi Indonesia justru adalah UMKM, meskipun skala industrinya kecil, tapi jika dilihat berdasarkan data justru usaha-usaha kecil punya peran besar dalam perputaran ekonomi nasional di berbagai daerah dari sabang sampai merauke. Jika dilihat kontribusi UMKM terhadap PDB (2010 – 2020), sektor UMKM menyumbang sebanyak 62% PDB dengan nilai 8.500 triliun rupiah. Kontribusi UMKM ini sangat besar, bahkan jauh melampaui industri manufaktur skala raksasa. Keberadaan UMKM membuat Negara kita punya pertahanan ekonomi yang kuat dan selalu bangkit dari krisis. 

Sektor Ekonomi Menjadi Bantalan Ekonomi Nasional 

Dalam menghadapi ketahanan pangan global, Indonesia telah menyusun rangkaian strategi untuk menghadapi masalah ketahanan pangan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi bantalan perekonomian Indonesia bahkan rendahnya inflasi didukung suplai pangan yang terjaga. Sebelumnya tantangan ketahanan pangan dunia diawali pada saat covid-19, namun hal ini tidak terjadi di Indonesia, karena kuatnya sektor pertanian di Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat nilai tukar petani (NTUP) untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani selama periode januari – maret 2022 mengalami peningkatan. Tidak hanya itu, produksi beras juga cukup tinggi selama 3 tahun terakhir, dengan pencapaian total sebesar 31,31 juta ton pada tahun 2019. 31, 36 juta ton pada tahun 2020 dan 31,33 juta ton pada tahun 2021. Pencapaian tersebut sukses menahan impor beras. Untuk menjawab tantangan global dan prediksi krisis pangan, Indonesia memiliki memiliki sumber daya alam yang mumpuni untuk bertahan. Jika dilihat dari matriks rencana kegiatan 2022 antara menteri pertanian dengan brigjen anggaran sebenarnya sudah ada 5 strategi pembangunan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan daya saing yang berkelanjutan. Strategi itu diantaranya

  • Peningkatan kapasitas produksi 

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, kementerian pertanian akan mengembangkan lahan rawa di Kalimantan Tengah lalu meluaskan menjadi area tanam padi, jagung, bawang merah, dan cabai di sejumlah daerah. Dan untuk mencapai hal itu, kegiatan pencegahan alih fungsi lahan dimasukkan dalam strategi ini. 

  • Diversifikasi pangan lokal

Pada tahun 2022 ini pemerintah mendorong diversifikasi pangan lokal berbasis kearifan lokal diantaranya ubi kayu, sagu, pisang, hingga kentang. 

  • Penguatan cadangan dan sistem logistik pangan 

Untuk menjaga stabilitas pangan, kementerian keuangan pun menyiapkan anggaran untuk menunjang ketahanan pangan Indonesia dengan memberikan subsidi seperti pupuk, cadangan beras pemerintah, hingga cadangan stabilitas harga pangan jangka pendek. 

  • Pengembangan pertanian modern 

Tampaknya Indonesia akan membangun pertanian modern guna meningkatkan hasil produksi pertanian nasional. Pertanian Indonesia akan maju jika ditunjang oleh petani yang kompeten dan pertanian modern. 

  • Gerakan tiga kali ekspor 

Merupakan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) agribisnis untuk melakukan gerakan bersama untuk meningkatkan ekspor pertanian sebanyak tiga kali lipat.

Dengan resiliensi perekonomian domestic yang dinilai masih tetap terjaga, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih akan tetap berada diatas level 5% pada triwulan ke IV tahun 2022. Aktivitas ekonomi terus menguat seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat 

Saat ekonomi Indonesia mulai pulih dan tumbuh menguat Indonesia mampu menyerap tenaga kerja sebesar 4,5 juta orang. Disisi lain, terjadi penambahan angkatan kerja sebanyak 3,57 juta orang berdasarkan survey pada bulan agustus. Sejalan dengan membaiknya ekonomi Indonesia, maka keadaan ketenagakerjaan juga terus membaik. Terlihat dari angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di bulan Agustus terjadi penurunan