herd immunity

Berapa Jumlah Kebutuhan Vaksin Agar Tercapainya Herd Immunity? Yuk Kita Bahas

Kian memanas dan meningkatnya kasus Covid 19 di Indonesia membuat beberapa kebijakan terkait vaksin terus digaungkan. Tindakan ini dilakukan untuk mempercepat dan memberikan perlindungan kepada warga negara dan bisa tercapainya herd immunity. Opsi ini paling tepat untuk diambil dan pemerintah terus mendorong penyuntikan vaksin kepada seluruh warga. 

Di Indonesia sendiri sekarang ini sudah menetapkan penggunaan 6 vaksin Covid 19 yaitu Astrazeneca, Bio Fara,  Sinopharm, Moderna, Sinovac, dan Pfizer-BionTech. Pilihan vaksin tersebut diharapkan bisa membantu untuk mengatasi permasalahan pandemi ini. Lantas, berapa jumlah yang harus dikejar agar bisa terciptanya herd immunity tersebut?

Mencapai Herd Immunity

Antara 60-70 Persen 

Apakah Anda sudah mengenal mengenai herd immunity? Hal ini semacam pembentukan kekebalan kelompok besar yang sudah memiliki perlindungan dan kekebalan terkait penyebaran penyakit yang menginfeksi. Dengan kata lain, semakin besar kekebalan pada suatu penyakit, maka persentase untuk mengalami penyebaran akan kecil. 

Untuk kebutuhan persentase berapa jumlah yang harus dikejar agar terciptanya herd immunity ini berbeda-beda antara satu kebutuhan dengan lainnya. Untuk lebih jelas, vaksin polio saja membutuhkan 80 persen dari sebagian kelompok divaksin, campak lebih tinggi yang mengharuskan 95 persen. Nah, bagaimana mengenai Covid 19 ini?

Dengan tingkat penyebaran yang sangat tinggi dan membuat beberapa orang rentan untuk terkena, pihak dari WHO menyebutkan kisaran antara 60-70 persen orang dalam suatu kelompok harus divaksin. Adanya kebijakan tersebut, maka kekebalan dalam tubuh bisa terbentuk dan kebutuhan untuk herd immunity bisa dilakukan secara serentak. 

Terkait dengan Indonesia yang mempunyai populasi yang begitu besar dan padat ini, maka jumlah warga yang harus divaksin itu apabila mengacu pada data sekitar 160 juta jiwa sampai 187 juta penduduk yang harus sudah divaksin. Apabila mengacu pada kebutuhan dunia atau global, maka sekitar 4,5 miliar atau lebih untuk herd immunity tersebut. 

Untuk itu, kebutuhan jumlah vaksin yang harus disediakan oleh pemerintah Indonesia dengan 2 kali suntik, maka totalnya mencapai 360 juta dosis. 

Vaksin Sebagai Pilihan 

Sebenarnya ada dua cara untuk melakukan herd immunity ini, bisa dilakukan secara alami dan menggunakan proses vaksin. Namun, untuk herd immunity dengan cara alami, maka prosesnya akan begitu panjang dan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya. Tentunya keadaan ini bukan pilihan atau alternatif yang bijak. 

Solusi yang paling tepat untuk melakukan herd immunity ini bisa dilakukan dengan mempercepat proses vaksin kepada seluruh penduduk di seluruh dunia. Dengan demikian keadaan untuk herd immunity bisa diambil dan penyebaran virusnya bisa tetap ditekan, sehingga tidak akan menimbulkan banyak permasalahan baru dan munculnya korban jiwa lagi.

Melihat keadaan seperti ini pihak lembaga kesehatan dunia atau WHO meminta seluruh negara memulai percepatan vaksin dan diberikan kepada seluruh warga negaranya. Dengan demikian tindakan untuk melakukan herd immunity bisa tercapai. Sehingga beberapa kegiatan bisa dilakukan dan memulai kembali kehidupan dengan babak yang baru. 

Apakah Herd Immunity Vaksin Bisa Gagal?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan herd immunity bisa saja gagal terjadi. Berikut ini kami telah memberikan beberapa rangkuman, simak penjelasannya.

1. Vaksin Tidak Terdistribusi 

Penyebab akan terjadinya kegagalan herd immunity apabila negara tidak melakukan pendistribusian terhadap vaksin yang tersedia. Keadaan ini membuat seluruh warga negara tidak mempunyai perlindungan tambahan dengan suntikan vaksin tersebut. Dengan demikian keadaan warga negaranya tidak mendapatkan perlindungan yang tepat. 

Hal ini bisa juga disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang kurang, daerah atau wilayah yang tidak mempunyai akses, dan status negaranya tidak mampu untuk melakukannya akibat miskin. Kendala-kendala ini mungkin bisa saja terjadi, tetapi gerakan persatuan antar bangsa bisa terus membantu untuk menyukseskannya dan pandemi bisa ditangani dengan baik. 

2. Kualitas Vaksin 

Hal selanjutnya yang bisa membuat herd immunity tidak berhasil akibat kurangnya kualitas mengenai vaksin yang ada tersebut. Karena setiap antara satu vaksin dengan lainnya memiliki kualitas yang berbeda. Apabila vaksin yang diberikan tidak memberikan dampak yang optimal, maka penyebaran kasus masih terus terjadi. 

Kegiatan ini tentunya bisa memicu kekebalan dalam kelompok tidak kuat, karena kurangnya perlindungan yang ada. 

3. Penyebaran Virus 

Dampak lainnya yang menyebabkan herd immunity bisa saja gagal terjadi, karena penularan beberapa daerah yang begitu drastis. Adanya kasus ini membuat beberapa kebijakan yang dibuat akan terhambat, sehingga membuat proses vaksinasi tertunda. Dengan demikian membuat kebutuhan vaksin untuk setiap penduduk tidak maksimal. 

Untuk itu, pemerintah harus cepat tanggap dan mencari alternatif terbaiknya untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada tersebut. Jangan sampai herd immunity gagal dan memunculkan berbagai permasalahan baru nantinya. 

 

Semoga pandemi Covid 19 ini cepat selesai dan target untuk herd immunity bisa tercapai secara maksimal.