thr

Berikut Cara Menghitung THR untuk Karyawan Swasta

Karyawan atau Sumber Daya Manusia adalah salah satu faktor produksi yang paling penting pada suatu perusahaan, hal tersebut disebabkan karyawan atau SDM bisa menjadi sumber keutamaan kompetitif yang bisa terus-menerus berlanjut untuk perusahaan saat menghadapi persaingan. 

Oleh sebab itu, kesejahteraan untuk para karyawan haruslah menjadi yang utama, yaitu dengan cara memperhatikan tunjangan karyawan dan juga upah, termasuk juga THR untuk para karyawan swasta. Dari Undang-Undang Ketenagakerjaan yang telah ditetapkan pada tahun 2003 Nomor 13, kesejahteraan karyawan sendiri bisa dimaksudkan sebagai sebuah pemenuhan keperluan dan kebutuhan yang bersifat rohani dan jasmani baik di dalam ataupun di luar dari hubungan kerja yang secara langsung maupun tidak langsung dapat meningkatkan produktivitas kerja dari para karyawan. 

Untuk itulah, penting sekali untuk perusahaan selalu memastikan kembali kesejahteraan dari seluruh karyawannya, jadi produktivitas kerja meningkat dan juga secara tidak langsung bisa memberikan pengaruh yang positif untuk perkembangan dari perusahaan tersebut. Mulailain untuk memberikan pelatihan kerja yang memiliki tujuan untuk bisa menambah kemampuan yang dimiliki para pekerja. 

Jadi pendapatan yang akan didapatkan oleh karyawan adalah yang yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan. Sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku, THR keagamaan akan diberikan kepada: 

  • Buruh atau pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan sebuah perusahaan berdasarkan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu dan perjanjian kerja untuk pada waktu tertentu. 
  • Buruh atau pekerja yang memiliki masa kerja selama satu bulan secara terus menerus maupun lebih. 

Sehingga bisa diartikan jika karyawan swasta juga berhak untuk mendapatkan THR, tidak hanya Polri, PNS, atau TNI serta para pegawai negara saja. 

Bagaimana cara untuk menghitung THR karyawan?

thr

Berdasarkan aturan dari kementerian, karyawan swasta yang memiliki masa kerja selama 1 tahun atau 12 bulan secara terus menerus maupun lebih, tentu saja bisa mendapatkan THR 2021 dengan perhitungan upah atau gaji selama satu bulan penuh. Lalu untuk karyawan swasta yang waktu kerjanya kurang dari setahun atau 12 bulan, tetapi sudah melewati waktu satu bulan masa kerjanya, akan diberikan THR secara proporsional sama dengan rumus perhitungan masa kerja atau 12 x 1 bulan upah atau gaji. 

Contohnya seperti, Fira merupakan seorang karyawan swasta yang sudah bekerja selama kurang lebih 20 bulan di sebuah perusahaan tersebut dan secara berkelanjutan serta menerima upah bulanan senilai Rp 10 juta, maka perusahaan tersebut wajib untuk membayarkan uang THR kepada Fira sebesar Rp 10 juta. 

Namun, untuk karyawan yang mempunyai masa kerja hanya selama satu bulan namun terus menerus tetapi waktunya kurang dari satu tahun, maka THR yang harus diberikan secara proporsional harus sesuai dengan masa kerja dari karyawan tersebut, seperti yang sudah dibahas sebelumnya. 

Contohnya seperti, Dimas merupakan salah satu karyawan baru di sebuah perusahaan swasta yang telah bekerja selama 6 bulan dan menerima upah sebesar Rp 10 juta untuk setiap bulannya, maka jumlah THR yang harus didapatkan oleh Dimas yaitu: 

(6/12)x Rp 10 juta = Rp 5 juta. 

Sebab adanya perbedaan jumlah dan juga perhitungan THR keagamaan untuk setiap karyawan bisa tidak sama, maka terkadang pekerjaan tersebut tentunya akan banyak waktu untuk mengerjakannya. 

Cara untuk menghitung THR pekerja harian

Untuk mereka gaji 1 bulan akan dihitung seperti berikut ini:

  • Buruh atau pekerja yang sudah memiliki masa kerja kurang dari satu tahun atau 12 bulan, upah atau gaji 1 bulan akan dihitung dari rata-rata gaji yang telah diperoleh selama setiap bulan pada masa kerja. 
  • Buruh atau pekerja yang sudah memiliki masa kerja selama satu tahun atau 12 bulan lebih, maka gaji satu bulan akan dihitung dari rata-rata gaji yang telah diperoleh pada 12 bulan terakhir sebelum datangnya hari raya keagamaan. 

Jadwal THR 2021 untuk Karyawan Swasta 

Sama seperti pekerja yang lainnya juga untuk masalah cair nya THR ini. Berdasarkan surat edaran mengenai pelaksanaan pemberian tunjangan untuk hari raya keagamaan di tahun 2021 ini untuk para karyawan yang telah dirisik oleh Menteri Ketenagakerjaan yaitu Ida Fauziyah. 

Di dalam surat tersebut, dinyatakan jika THR pada tahun 2021 ini akan cair secara maksimal paling lambat satu minggu sebelum datangnya hari raya keagamaan. Jika dilihat pada hari raya idul fitri di tahun ini yang akan jatuh pada tanggal 13 Mei 2021, maka THR 2021 untuk para karyawan swasta maksimal harus dibayarkan dari kas perusahaan pada tanggal 6 mei tahun 2021. 

Nah, itu tadi ulasan mengenai cara untuk menghitung THR untuk para karyawan swasta yang perlu kamu ketahui. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat untuk kamu dan pembaca lainnya. 

Kunjungi juga: Digital Banking Senyumku