Kawasan Ganjil Genap di Jakarta Bertambah

Kawasan Ganjil Genap di Jakarta Bertambah

KA Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, perpanjangan aturan ganjil genap  di berbagai ruas jalan di Jakarta akan diterapkan mulai 6 Juni 2022. Sebelumnya akan dilakukan sosialisasi hingga 5 Juni. 

Syafrin Liputo mengatakan, pihaknya sedang mengevaluasi penerapan sistem ganjil genap di jalan-jalan protokol di ibu kota. Dinas lalu lintas DKI sedang bersiap memperluas jalur genap ganjil  dari sebelumnya 13 titik menjadi 25 titik. 

Jam operasional untuk jam ganjil dan genap dimulai dari pukul 06:00 WIB hingga 10:00 WIB dan 16:00 WIB hingga 21:00 WIB dan berlaku dari Senin hingga Jumat. Genap-Ganjil tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. 

Ganjil Genap juga tidak berlaku bagi  dinas kepolisian, TNI, ambulans, pemadam kebakaran, kendaraan  listrik, sepeda motor, kendaraan angkutan plat kuning dan kendaraan darurat lainnya yang dikecualikan.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ganjil genap?

Plat nomor ganjil dan genap adalah peraturan yang disesuaikan dengan tanggal dan angka terakhir plat nomor. Jadi jika nomor plat kendaraan memiliki angka terakhir ganjil, Anda hanya diperbolehkan mengemudikan kendaraan tersebut pada tanggal ganjil. 

Jika nomor terakhir pada plat nomor adalah nomor genap, maka Anda hanya diperbolehkan mengemudi jika tanggalnya adalah nomor genap. Secara umum, peraturan lalu lintas ini diterapkan di ibu kota Indonesia, yaitu Jakarta, karena kemacetan lalu lintas. Akibatnya, jalan sering macet dan lebih padat karena banyak kendaraan.

Cara mengetahui 25 titik kawasan ganjil genap

Ruas jalan genap dan ganjil di ibukota Jakarta telah bertambah hingga 25 titik, sebelumnya padahal hanya ada 13 titik. Perluasan tersebut dilakukan guna mengurangi padatnya lalu lintas dan dianggap mengalami peningkatan yang sangat signifikan setelah diberlakukan pelonggaran pada pembatasan mobilitas.

Untuk masyarakat yang memang ingin mengetahui secara lebih detail mengenai ke-25 titik jalan yang akan diberlakukan ganjil dan genap di Jakarta. Anda dapat melakukan pengecekan lewat aplikasi Google Maps, sehingga Anda akan bisa memilih jalur dan sesuai dengan plat nomor kendaraan Anda guna mencari alternatif jalan.

Seperti yang diketahui, biasanya aplikasi Google Maps selalu mengupdate data ke fitur-fitur terbarunya ketika ada rekayasa untuk lalu lintas serta menambahkan lokasi genap dan ganjil. Berikut dibawah ini adalah cara untuk melakukan pengecekan dengan menggunakan peta digital.

Anda juga bisa mengaktifkan terlebih dahulu sistem GPS yang ada pada smartphone Anda, setelahnya bisa diteruskan dengan langkah-langkah berikut :

  • Memilih lokasi yang menjadi tujuan dengan menggunakan tools directions guna mengetahui jalan mana yang nantinya akan Anda lewati.
  • Memilih mode dari jenis kendaraan, silahkan pilih ikon mobil untuk menuju lokasi.
  • Nantinya akan secara otomatis memunculkan beberapa opsi jalan alternatif guna menghindari area ganjil dan genap.
  • Berikutnya, silahkan menekan tanda titik tiga pada bagian pojok atas sebelah kanan pada layar aplikasi Google Maps, lalu klik Route Option.
  • Nantinya akan muncul beberapa pilihan Driving Option untuk menanyakan nomor plat kendaraan genap dan ganjil.
  • Setelah Anda menentukan jenis dari plat nomornya, silahkan klik Done dan Google Maps nantinya akan memperlihatkan jalan yang bisa Anda lewati.

Kawasan Ganjil Genap di Jakarta Bertambah

Alasan diberlakukannya program ganjil dan genap di Jakarta

Kebijakan dibuatnya program ganjil dan genap ini disesuaikan dengan adanya Pergub DKI Jakarta No. 88/ 2019 mengenai Perubahan Peraturan Gubernur No. 155/ 2018. Berikut dibawah ini adalah beberapa alasan mengapa Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kembali genap dan ganjil :

  • Peningkatan lalu lintas di daerah ganjil genap karena masih adanya kekhawatiran masyarakat menggunakan angkutan umum akibat potensi penyebaran Covid19. Peningkatan volume lalu lintas pada masa PSBB peralihan dibandingkan kondisi normal di beberapa titik pengamatan sudah mendekati tingkat lalu lintas normal, termasuk beberapa titik pengamatan yang volumenya sudah melebihi kondisi normal, yaitu 1,47 persen.
  • Pembatasan kapasitas angkutan umum tetap dilakukan untuk menjaga penerapan protokol kesehatan, khususnya physical distancing untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid19. Data yang ada menunjukkan bahwa jumlah penumpang angkutan umum meningkat sekitar 19,86 persen pada masa transisi angkutan umum dibandingkan angkutan umum.
  • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan ruang jalan sebagai prioritas dalam pengelolaan lalu lintas di Provinsi DKI Jakarta.
  • Ada kebutuhan untuk menerapkan kembali strategi pembatasan lalu lintas untuk mengurangi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi ruang jalan.

Sanksi bagi yang melanggar ganjil genap

Setiap aturan yang ditentukan di dalamnya memiliki sanksi bagi  yang melanggarnya. Lalu apa  sanksi bagi yang melanggar aturan penegakan aturan pelat nomor ganjil dan genap? Ada dua sanksi yang dikenakan kepada pelanggar, yaitu penalti tilang biru dan penalti tilang merah. 

Sanksi Slip Biru 

Pelanggar aturan ini dapat memilih sanksi slip biru.Apa yang dimaksud dengan hukuman cetak biru? Artinya,  pelanggar harus menunjukkan STNK dan kartu SIM untuk pelanggaran dan dikenakan denda  lima ratus ribu rupiah. Denda kemudian dapat dibayarkan melalui bank setelah menunjukkan tanda terima tiket. 

Sanksi slip merah 

Berbeda dengan sanksi slip biru yang menunjukkan STNK dan SIM serta membayar denda.Sanksi Red Slip mengharuskan pelaku untuk mengikuti proses agar dibebaskan dari denda. Penetapan sanksi dilakukan oleh  hakim seperti dalam acara umum.