Kekayaan Azis Syamsuddin, Politisi Golkar yang Baru Jadi Tersangka KPK

Belakangan nama Azis Syamsyuddin selalu menghiasi berita di berbagai portal. Hal ini karena ia telah ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus suap oleh KPK. Jabatan yang dipegang di Pemerintahan Indonesia juga sangat tinggi yaitu sebagai Wakil Ketua DPR, sebelum akhirnya mengundurkan diri karena kasus ini. Tidak heran jika masyarakat semakin penasaran dengan sosok Azis Syamsyuddin termasuk berapa total kekayaannya.

Siapa Azis Syamsuddin?

Walaupun masyarakat mengenal Azis Syamsuddin sebagai petinggi di DPR, tapi tidak banyak yang tahu tentang perjalanan karir politisi ini hingga terjerat kasus penyuapan. Azis Syamsuddin pada tanggal 31 Juli 1970. Azis sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Trisakti pada tahun 1993 serta merupakan lulusan Sarjana Ekonomi di Universitas Krisnadwipayana. 

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Indonesia, ia pun melanjutkan S2 di University of Western yang ada di Sydney pada tahun 1998. Tidak berhenti disitu saja, Azis pun masih mengambil S2 di Universitas Padjajaran dan mengambil jurusan hukum. Ia pun juga menempuh pendidikan Doktor dalam bidang hukum internasional di Universitas Padjadjaran. 

Sebelum menjadi seorang politisi, Azis sempat mencoba beberapa karir dari bekerja di perusahaan asuransi ternama, seorang bankir dan akhirnya menetapkan hati untuk menjadi seorang advokat. Di mana ia membuka kantor pengacara yang diberi nama Syam&Syam. 

Jejak Kasus Azis Syamsuddin 

Sebelum membahas kekayaan yang dimiliki oleh Azis Syamsuddin, mungkin Anda bertanya-tanya kasus apa sebenarnya yang menjeratnya. Ketua KPK, menyatakan Azis Syamsuddin diduga melakukan penyuapan kepada mantan penyidik KPK yaitu AKP Stepanus Robbin Patujju. Di mana Azis dituduh melakukan penyuapan sebesar 3,1 milyar rupiah. 

Penyuapan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengamankan perkara kasus suap yang juga tengah ditangani oleh KPK. Pada awalnya suap yang diberikan disepakati sekitar 4 milyar rupiah dan telah diberikan sebanyak 3,1 milyar. 

Dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh KPK, Azis pernah menghubungi Robin yang kala itu masih menjadi salah satu penyidik KPK. Azis meminta kepada Robin untuk mengamankan kasus dirinya dengan Aliza Gunado yang kala itu terlibat sebuah kasus yang sedang diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Aliza Gunado merupakan kader dari Partai Golkar dan sempat menjabat sebagai Wakil Ketua AMPG atau Angkatan Muda Partai Golkar. 

Kemudian, Robin sempat menghubungi Maskur untuk ikut mengawal perkara yang dimaksud Azis. Di sini Maskur meminta sejumlah uang sebesar 2 milyar rupiah kepada Azis dan Aliza. Selanjutnya permintaan tersebut disetujui oleh kedua politisi ini. Sehingga sudah jelas ada kesepakatan yang telah terjadi. 

Tidak lama, Robin pun mengatakan langsung kepada Azis untuk memberikan sejumlah uang untuk mengurus perkara yang sedang diselidiki. Azis pun juga menyetujui permintaan ini, sehingga sudah terbukti ada kesepakatan antara keduanya. 

Ketua KPK juga menduga Maskur sempat datang menemui Azis untuk meminta uang sebesar 300 juta rupiah yang dimaksudkan sebagai uang muka. Pemberian uang yang dilibatkan dalam hal ini dilakukan dengan cara transfer melalui rekening pribadi kedua belah pihak. 

Sebagai tanda jadi akan kesepakatan yang sudah dilakukan, Azis pun telah mentransfer uang sebesar 200 juta secara bertahap, di mana politisi ini mengirimkannya dengan menggunakan rekening pribadi. Lalu masih di bulan yang sama, Robin juga diduga sempat datang ke rumah dinas Azis untuk menerima sejumlah uang yang diberikan secara bertahap, yaitu 100.000 USD, 17.600 dolar Singapura serta 140.500 dolar Singapura.

Kekayaan yang Dimiliki Azis Syamsuddin

Dari penjelasan kasus tersebut, maka banyak masyarakat yang bertanya-tanya berapa sebenarnya kekayaan yang dimiliki oleh Azis Syamsuddin. Pada tahun 2020, LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara telah menyatakan bahwa Azis mempunyai total kekayaan sekitar 100 milyar rupiah yang terbagi menjadi beberapa asset. 

Adapun rincian harta yang dimiliki oleh Azis Syamsuddin, sebagai berikut ini: 

  1. Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan serta Bandar Lampung senilai 89 miliar lebih. 
  2. Motor Harley Davidson keluaran tahun 2003 senilai 170 juta rupiah.
  3. Mobil Toyota tipe Land Cruiser keluaran tahun 2008 senilai 700 juta rupiah.
  4. Motor Honda Beat keluaran tahun 2018 senilai 14 juta rupiah. 
  5. Mobil Toyota tipe Kijang Innova keluaran tahun 2016 senilai 248 juta rupiah. 
  6. Mobil Alphard keluaran 2018 senilai 780 juta rupiah. 
  7. Mobil Jeep keluaran tahun 2016 senilai 1,5 milyar rupiah. 
  8. Harta bergerak senilai 247 juta rupiah. 
  9. Harta dalam bentuk kas sebesar 7 milyar rupiah. 

Dari seluruh harta tersebut, apabila di total maka kekayaan Azis Syamsudin adalah sekitar 100 milyar rupiah. 

Itulah penjelasan tentang harta kekayaan Azis Syamsuddin beserta dengan kasus yang menjeratnya saat ini. Apabila ia dinyatakan bersalah, maka kemungkinan akan menerima hukuman penjara selama 5 tahun lamanya.