ppkm level ii

Penyebab Jakarta Kembali PPKM Level II

Pemerintah menjelaskan bila masyarakat yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 di kota Jakarta sekarang telah meningkat, yaitu mencapai 1,1 juta warga. Kemudian untuk ketersediaan fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit tentang ketersediaan tempat tidur serta ICU masih bisa dikatakan rendah.

Dijelaskan pula bila, pemerintah melonggarkan PPKM dikhawatirkan akan membuat pencegahan terhadap penularan menjadi diabaikan oleh banyak orang. Karena itu pemerintah memutuskan untuk tetap menerapkan PPKM di sejumlah daerah termasuk Jakarta.

Menurut asesmen dari  WHO (World Health Organization), ada 10 kota/kabupaten yang harus kembali memasuki level 2. Diantaranya adalah Jabodetabek.

Aturan PPKM Level 2 

Berikut dibawah ini adalah aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat selama berlangsungnya PPKM level 2 berlangsung.

  1. Pertama, adalah mengenai kegiatan belajar mengajar pada area yang masuk level 2, akan dilakukan dengan metode tatap muka dan tetap dibatasi. Dalam sekali pertemuan jumlah peserta didik yang hadir maksimal hanya 50%.
  2. Kedua, adalah mengenai pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial yang diberlakukan maksimal 50%. Bagi karyawan yang bekerja, wajib sudah vaksin dan melakukan scan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. 
  3. Ketiga, adalah mengenai kegiatan yang dilakukan di pasar rakyat yang menjadi pusat jual-beli barang non-kebutuhan sehari-hari, dimana hanya dapat beroperasi maksimal 75 persen. Dengan jam operasional sampai jam 18.00 waktu setempat. 
  4. Keempat, adalah mengenai beroperasinya pusat perbelanjaan (mal) akan tetap diizinkan untuk buka hingga pukul 21.00, namun tetap dengan kapasitas kurang lebih 50 persen. Kemudian bagi pengunjung yang membawa anak di bawah 12 tahun diizinkan masuk ke mal dan wajib didampingi oleh orang tua. 
  5. Kelima, bioskop bisa kembali beroperasi. Dengan syarat, pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta maksimal hanya 70 persen. 
  6. Keenam, tempat ibadah diijinkan untuk menggelar kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan berkapasitas maksimal 75 orang tetap mematuhi protokol kesehatan. 
  7. Ketujuh, penggunaan fasilitas umum, seperti tempat wisata atau taman umum telah diizinkan untuk buka dan maksimal hanya 25 persen. 
  8. Kedelapan, mengenai kegiatan sosial, seni, olahraga dan budaya di masyarakat sudah diizinkan untuk buka berkapasitas hanya 50 persen. 
  9. Kesembilan, kegiatan pada pusat kebugaran (gym) sudah diizinkan untuk buka, tetap dengan batasan maksimal 50%. 
  10. Kesepuluh, mengenai resepsi pernikahan bisa dilakukan tetap dengan kapasitas 50% dan tamu tidak boleh makan di tempat acara.

Masih ada lagi peraturan-peraturan lain yang ditetapkan selama PPKM berlangsung dan harus dituruti oleh masyarakat supaya dapat memutus rantai penularan Covid 19.

Manfaat dari PPKM 

Mungkin banyak dari Anda yang berpikiran bila PPKM hanya menghambat kegiatan untuk mencari nafkah atau aktivitas lainnya. Namun, tahukah Anda bila ternyata ada pula dampak positif dari pemberlakuan PPKM ini. 

Berikut dibawah adalah beberapa manfaat yang hadir sejak diberlakukannya PPKM :

1. PPKM darurat membuat langit lebih cerah

Bila Anda termasuk seorang pemerhati lingkungan, pasti akan menyadari bila selama PPKM berlangsung. Polusi udara berkurang secara drastis. Bahkan menurut data yang dikumpulkan para ahli, polusi menurun hingga 80%.

Sehingga masyarakat tentu bisa menikmati udara yang lebih bersih. Bahkan bila Anda perhatikan, dua tahun belakangan ini kita semua bisa melihat warna langit yang sudah lama tidak pernah dilihat dalam waktu lama.

2. WFH = Polusi Turun + Tabungan Naik

Awalnya menjalani WFH memang terasa tidak biasa, karena rutinitas yang dilakukan di rumah dan di kantor tentu saja berbeda. Namun, sadarkah Anda bila hal tersebut membantu kelancaran lalu lintas? Kepadatan jalan berkurang dan tentunya berdampak baik pada lingkungan.

Kemudian, bila Anda merasakan. Pengeluaran yang biasanya digunakan untuk membeli bahan bakar atau membayar tarif angkot. Kini bisa Anda tabung, dimana itu artinya jumlah uang tabungan di rekening bank semakin bertambah.

3. WFH dan karantina mandiri tambah waktu bersama keluarga

Apabila ketika Anda bekerja secara normal, seperti sebelum diberlakukannya PPKM. Apakah Anda memiliki waktu untuk sekedar makan bersama keluarga dirumah? Sepertinya momen tersebut tidaklah sering, kecuali weekend.

Namun, bagaimana dengan sekarang? Tentu kebersamaan serta kedekatan dengan keluarga semakin terjalin, khususnya bagi Anda yang sudah berumah tangga dan memiliki buah hati. Pastinya momen yang dulu tidak bisa dilakukan karena terlalu sibuk dengan rutinitas bekerja, saat ini bisa dilakukan bersama orang-orang tersayang.

4. Perubahan inovasi memanfaatkan teknologi

Ketika bekerja di kantor pastinya waktu Anda akan habis untuk menyelesaikan segala permasalahan yang memang menjadi tanggung jawab Anda sebagai seorang karyawan. Tentunya waktu untuk berselancar di dunia maya juga tidak terlalu Anda pedulikan, karena selesai bekerja Anda memilih untuk beristirahat.

Namun, selama menjalankan WFH bagaimana? Jujur saja, pasti banyak dari Anda yang menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya. Ini membuktikan bila orang-orang lebih menyadari kegunaan teknologi yang saat ini sudah sangat berkembang.

Demikianlah sekilas informasi mengenai alasan pemerintah kembali mengadakan PPKM level 2 di Jakarta dan juga beberapa daerah lainnya. Semua itu dilakukan demi keberlangsungan hidup seluruh rakyat Indonesia, agar tidak terinfeksi virus Covid 19.