perkiraan harga vaksin corona

Perkiraan Harga Vaksin Corona di Indonesia di Tahun 2021

rasikafm.co.id – Sebanyak 1,2 Juta dosis vaksin Sinovac telah diterima oleh Indonesia beberapa waktu lalu guna menanggulangi penyebaran Covid-19 yang setiap harinya semakin meluas. Vaksin Covid-19 atau Corona sendiri diproyeksikan akan mulai terdistribusi kepada masyarakat pada bulan Februari 2021, atau setelah vaksinasi para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia yang menjadi garda terdepan selesai dilaksanakan. 

Inilah hal yang diperkirakan akan terjadi oleh PT Bio Farma Persero ketika menjawab pertanyaan seputar vaksinasi massal yang rencananya akan digelar setelah mendapat EUA (Emergency Use Authorization) atau izin penggunaan darurat. 

Bambang Heriyanto dari PT Bio Farma (Persero) juga menerangkan bahwa sudah ada sebanyak 1.200.56800 vial vaksin bernama CovidVac yang beberapa waktu lalu sudah diterima Indonesia dengan utuh dan aman. Badan POM dan Bio Farma juga siap melakukan sampling uji mutu terhadap 568 vial, itulah yang dikatakan oleh orang yang menjabat di PT Bio Farma (Persero) sebagai Corporate Secretary. 

Lebih lanjut Bambang Heriyanto menjelaskan bahwa pada bulan Desember 2020 lalu, Bio Farma tidak hanya menerima vaksin Corona dalam bentuk dosis jadi, tetapi juga ada sebanyak 15 juta dosis dalam bentuk bulk atau masih berbentuk bahan baku. Pada Januari 2021, Indonesia juga akan kembali menerima impor bahan baku atau bulk tersebut sebanyak 30 juta dosis. Untuk harga dari vaksin yang diimpor juga berbeda-beda, sehingga untuk saat ini pihak Bio Farma sendiri tidak dapat menyampaikan total pastinya.

Pendistribusian Vaksin Corona di Indonesia

Bambang juga menjelaskan tentang kapan tepatnya pendistribusian vaksin akan dilakukan diproyeksikan menjelang akhir Januari 2021, atau setelah mendapatkan EUA (Emergency USE Authorization) yang merupakan izin penggunaan darurat akibat pandemi Covid-19. Perkiraan tersebut hampir sama dengan situasi dan kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini, dimana vaksin Corona tersebut mulai didistribusikan ke kalangan masyarakat setelah para tenaga kesehatan divaksinasi, tepatnya bulan Februari 2021. 

perkiraan harga vaksin corona

Saat ini, PT Bio Farma yang memproduksi vaksin Sinovac telah mendapat izin penggunaan darurat oleh BPOM (Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan), dengan nomor EUA 2102 9075 43A1 bernama Vaksin Covid-19. Sebelumnya, vaksin Corona buatan Sinovac Biotech ini sudah dipesan sebanyak 140 juta dosis untuk diimpor Indonesia. 

Dalam bentuk jadi ada sebanyak 3 juta dosis vaksin dan sisanya masih berbentuk bulk atau dalam bentuk bahan baku. Vaksin Covid-19 yang masih dalam bentuk bulk inilah yang kemudian diproduksi dan didistribusikan PT Bio Farma ke seluruh wilayah Indonesia, tentunya setelah mendapatkan izin dari pihak berwenang seperti Badan POM. 

Dalam memberikan Emergency Use Authorization, ada beberapa pengujian khusus yang harus dilalui oleh PT Bio Farma selaku pihak yang memproduksi vaksin tersebut. Karena tempat produksinya berbeda, vaksin ini akan kembali melalui beberapa pengujian yang dilakukan secara terpisah. Begitu pula dengan pembuatan kemasan multiple dos, setelah sebelumnya dibuat hanya dalam bentuk kemasan single dos yang dinilai kurang efektif dan kurang efisien. 

Selama pengujian, badan berwenang akan menerapkan metode analisis dan evaluasi terhadap validasi produksi yang terjadi selama pengujian stabilitas, baru setelahnya pengujian terhadap kemasan dan spesifikasi produk yang digunakan nantinya pada vaksin ini. Untuk mencegah pemalsuan vaksin yang diproduksi oleh Bio Farma, setiap vial harus identitas memiliki Barcode. Terdapat dua barcode yang dapat ditemukan pada kemasan vaksin ini, yaitu barcode untuk melacak penggunaan vaksin dan barcode yang berfungsi sebagai penunjuk identitas vial. 

Tepat pada tanggal 15 Februari 2021 lalu, kurang lebih sebanyak 1 juta release pada masing-masing batch telah selesai diuji oleh Badan POM. Total batch yang diuji pada tahap tersebut adalah 5 batch. Maka dari itu, program vaksinasi telah siap dilaksanakan di Indonesia, menyusul terbitan penggunaan darurat oleh Badan POM. 

Baca Juga : Kapolri Ingin Terapkan e-TLE, Apa Itu?

Lalu, Bagaimana dengan Harga Vaksin Corona di Indonesia?

Pemerintah mendapat harga vaksin perdosis dari PT Bio Farma sebesar Rp. 200.000. Total harga vaksin yang harus dibayar untuk satu orang adalah Rp. 400.000, hal ini karena program vaksinasi massal yang dicanangkan pemerintah membutuhkan dua kali penyuntikan. 

Harga vaksin Corona di atas tentu lebih murah jika dibandingkan dengan harga vaksin dari perusahaan lain. Seperti vaksin Moderna yang menjual per dosisnya sekitar Rp. 526.000 atau dalam dolar ada pada kisaran $37 US. Selain lebih mahal, vaksin Moderna juga mengklaim bahwa efektivitas dari vaksin yang diproduksinya jauh lebih tinggi, yaitu mencapai 94%. 

Selain itu, masih ada vaksin dari BionTech atau lebih dikenal dengan Pfizer yang perdosisnya dibanderol dengan harga Rp. 283.000 atau sekitar $20 US. Untuk tingkat efektivitas yang dimiliki oleh vaksin Pfizer diklaim mencapai angka 95%. Lalu, juga ada vaksin Corona yang diproduksi oleh perusahaan Johnson & Johnson dengan harga tidak jauh berbeda dari vaksin Sputnik. Yaitu sekitar Rp. 141.000 atau tepatnya $10 US.

Harga vaksin mandiri di atas hanyalah perkiraan saja. Karena beda kemasan dan dosis vaksin, maka berbeda pula harga distribusi kepada masyarakat.