PPKM Sudah Resmi Dicabut, Ini Dampak Terbaiknya Bagi Ekonomi

Sudah beberapa tahun belakangan inin, dunia gempar dengan adanya pandemi covid-19 yang membuat semua warna di dunia ini harus mengikuti protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan tetap di rumah dan mengurangi aktivitas di luar. Jika di Indonesia dikenal dengan PPKM.

Tentu hal tersebut membuat banyak pelaku bisnis jadi rugi, seperti terpaksa harus melakukan PHK terhadap karyawan, usaha yang jadi bangkrut dan sejenisnya. Hal yang jelas terkena dampaknya adalah siklus perekonomian, apalagi di Indonesia sendiri sudah banyak pelaku bisnis yang terpaksa gulung tikar.

Namun, sekarang ini Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional atau KPC PEN, Airlangga Hartarto dengan baik menyambut adanya PPKM yang sudah resmi dicabut berdasarkan pencabutan PPKM yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Sebagaimana yang sudah disebutkan, sejak April 2020 yang lalu atas dasar itu semua, PPKM harus ada dan dijalankan tentu saja menyebabkan adanya sistem ekonomi dan dagang jadi tidak stabil. Bahkan beban sosial dan ekonomi di lingkungan masyarakat jadi semakin meningkat.

Diharapkan dengan adanya pernyataan resmi yang sudah diberikan oleh Presiden Joko Widodo, memberikan harapan baru dan lembaran baru untuk semua masyarakat. Khususnya, bagi pelaku ekonomi dan juga sosial di lingkungan masyarakat.

Maka, bisa dikatakan dengan adanya pencabutan PPKM tersebut, bisa memberikan adanya dampak positif terhadap kegiatan sosial dan ekonomi. Dengan begitu, maka masyarakat yang tadinya sempat terpuruk jadi bisa bangkit kembali dan juga perputaran ekonomi jadi lebih stabil.

Kebijakan Pemerintah 

Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat, 30 Desember 2022 pada konferensi pers, yang memberikan pernyataan resmi PPKM dicabut secara resmi. Semua itu sudah ada pada Instruksi Mendagri No. 50 dan juga 51 tahun 2022 dan menyatakan semua itu dengan tegas.

Dalam konferensi pers nya tersebut, Presiden Joko Widodo membacakan kebijakan yang dapat memberikan dampak baik. Apalagi, semua warga beberapa minggu terakhir ini cukup digemparkan dan dibuat takut dengan adanya ancaman resesi di tahun 2023 mendatang.

Namun, dengan adanya pemberitahuan terkait PPKM yang sudah dicabut dengan resmi tersebut, membuat berhasil mematahkan hal atau kemungkinan terburuk seperti adanya resesi tahun 2023. Bahkan, bisa dikatakan resesi yang dimaksud adalah hingga resesi global yang merupakan hal terburuk yang kemungkinan akan terjadi.

Selain itu, ada juga ramalan yang menyatakan bahwa ada kemungkinan negara berkembang hanya akan tumbuh sekitar 1,8 % saja di tahun depan.

Jika berdasarkan pernyataan dari Direktur Celios, Bhima Yudhistira pada tanggal 30 Desember 2022 yang lalu, menyatakan bahwa proyeksi di Indonesia dapat tumbuh sampai dengan lebih dari sekitar 4,3 % pada tahun 2023 mendatang, maka bisa dibilang itu merupakan skenario yang jauh lebih baik dibandingkan dengan skenario atau ramalan dari adanya resesi global di tahun 2023 yang memberikan pernyataan bahwa negara berkembang hanya akan mengalami pertumbuhan di bidang ekonomi hanya pada angka 1,8 % saja.

Tentu saja, tidak dapat dipungkiri bahwa dengan adanya kebijakan tersebut, membuat banyak peluang yang terbuka di depan mata. Khususnya bagi para pelaku bisnis yang selama ini sudah hampir putus asa.

Bahkan, jadi semakin banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang terdorong untuk bangkit dan juga ekonomi di Indonesia sendiri jadi lebih membaik dan kembali stabil perlahan-lahan. Mobilitas semua masyarakat di dunia bahkan di Indonesia juga akan jadi dipermudah dan akan jadi terus menerus meningkat ke permukaan.

Apalagi yang ingin belanja pada sektor ritel, dan juga beberapa pedagang yang memang bergerak pada perdagangan yang lebih besar dan pedagang yang menjual eceran. Bahkan Bhima sendiri memberikan pernyataan bahwa akan ada masyarakat yang mulai membeli banyak kebutuhan dan belanja transportasi.

Belum sampai disitu saja, adapun sektor yang kini jadi lebih mudah dapat peluang besar. Khususnya bagi yang memang memiliki hubungan dengan adanya pekerjaan di bidang pariwisata, kemudian dalam bidang perhotelan, dan juga di bidang restoran, bahkan kafe  atau kuliner yang lain. 

Akan ada kemungkinan semua bisnis pada bidang tersebut jadi lebih dapat kemungkinan besar peningkatan ekonomi yang jadi lebih stabil dan baik yakni mulai di tahun 2023. Terutama, ada beberapa sektor tersebut yang memang sudah dari pertama ada pada kuartal III-2022 telah memberikan hasil yang jelas seperti perbaikan dan adanya pertumbuhan yang lebih baik yakni lebih dari 10%.

Mak dari itu, konsumsi pada bidang rumah tangga pun jadi kembali menjadi salah satu yang dapat mendorong adanya perkembangan perputaran ekonomi yang ada di dunia khususnya di Indonesia sendiri, dan akan jadi lebih baik dan kembali stabil pada tahun 2023.